Rabu, 27 April 2011

CARA NEKROPSI IKAN NILA

Metode yang digunakan untuk menangani ikan nila adalah sebelum dilakukan nekropsi ikan terlebih dahulu dieuthanasi dengan memasukkan ikan dalam ember yang berisi air yang sudah dicampur dengan ether. Setelah ikan pingsan segera dilakukan pengambilan darah menggunakan spuit secara intracardial yang relatif lebih mudah dibanding lewat vena caudalis yang memerlukan ketrampilan. Pada praktikum ini tidak dilakukan pemeriksaan darah tetapi dilakukan pembuatan preparat apus.
Selanjutnya dilakukan pemeriksaan kulit menggunakan teknik scraping, yaitu mengerok sisik ikan yang terdapat lesi dengan scalpel, kemudian di taruh pada objek glass dan diamati di bawah mikroskop. Pemeriksaan selanjutnya adalah pemeriksaan insang dengan menggunakan metode wet mount. Hasil yang didapat insang tampak normal hanya pada pemeriksaan makroskopik insang tampak merah pucat .
Setelah itu dilakukan nekropsi dengan membuka cavum abdomen menggunakan gunting bedah yang dimulai memotong lewat kloaka ke arah depan sampai belakang operculum, dilanjutkan pemotongan ke arah dorsal sampai kloaka lagi sehingga terlihat organnya dan diamati apakah terdapat perubahan atau abnormalitas. Untuk ikan yang memiliki ukuran yang relatif kecil atau kurang dari 10 cm langsung dimasukan dalam tabung yang berisi formalin tanpa memisahkan organ-organ. Untuk ikan yang besar organ-organ dikeluarkan dari cavum abdomen secara hati-hati dan dipisahkan. Selain itu kepala ikan juga dibuka dan diambil otaknya.setelah organ dikeluarkan segera dibuat irisan tipis dari masing-masing organ yang ditempel pada objek glass guna pembuatan dan pemeriksaan preparat histopatologi. Khusus pada insang disayat satu lembar lamela dan ditempel pada objek glass, diamati di bawah mikroskop guna pemeriksaan parasit. Untuk pemeriksaan feses, sampel diambil dari isi dalam usus besar dan dibawa ke laboratorium parasitologi.
Cara pembuatan histopatologi
Pemeriksaan mikroskopik dilakukan setelah membuat preparat histopatologi dari organ-organ yang mengalami perubahan. Pengambilan contoh jaringan untuk pemeriksaan histopatologi dapat dilakukan dengan memotong jaringan yang dicurigai mengalami perubahan dengan ukuran 2 x 1 x 0,5 cm kemudian dimasukkan ke dalam container yang mengandung larutan 10% formalin ( jika mungkin di beri buffer agar pH = 7 ), dengan perbandingan volume jaringan dan larutan formalin sebesar 1 : 10. Jaringan yang mempunyai rongga dapat dipotong dengan ukuran sekitar 3 cm pada bagian yang mengalami perubahan lalu di masukkan ke dalam formalin. Container tersebut hendaklah diberi nomor protocol dan tanggal pengambilan specimen.
a) Cara pemeriksaan parasit
Pemeriksaan parasitologi dilakukan dengan menggunakan sample dari feses, gerusan hepar, paru-paru dan kerokan mukosa usus.
b) Cara periksa darah rutin
Pemeriksaan patologi klinik yang dilakukan adalah pemeriksaan darah dengan sample darah yang telah diberi antikoagulan EDTA dan dengan preparat apus darah untuk pemeriksaan diferensial leukosit dan morfologi dari eritrosit serta pemeriksaan berat jenis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar